RPP dan Silabus SMA / MA

Wednesday, August 26, 2009

READ MORE - RPP dan Silabus SMA / MA

Penelitian Tindakan Kelas di KB dan TK Kuncup Bangsa Batang

Saturday, August 15, 2009

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan formal non formal dan/ atau informal.

Pendidikan non formal untuk anak dapat diperoleh melalui Kelompok Barmain (KB). Salah satunya yaitu KB Kuncup bangsa. KB Kuncup Bangsa adalah salah satu KB yang ada di Kota Batang dimana pendirian KB Kuncup Bangsa ini merupakan realisasi dari program Yayasan Bakti yang menggalakkan KB sebagai salah satu bentuk pelayanan pendidikan anak usia dini pada masyarakat. Bidang pengembangan anak di KB ini lebih diinterogasikan pada pengembangan agama Islam.

Program S1 PG. PAUD Universitas Terbuka menargetkan lulusannya menjadi tenaga pendidik PAUD professional, yaitu yang dapat mengembangkan program PAUD dan membuat inovasi-inovasi. Salah satu mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa adalah analisis kegiatan pengembangan anak usia dini. Dalam rangka memenuhi tugas-tugas dalam mata kuliah tersebut maka telah di lakukan penelitian di KB Kuncup Bangsa yang bertujuan mengumpulkan data mengenai kegiatan-kegiatan anak yang dianggap perlu di akhiri lebih lanjut untuk selanjutnya di analisis secara kritis.

B. Fokus Penelitian

Setelah diadakan observasi di KB Kuncup Bangsa maka penelitian ini terfokus pada kegiatan anak yaitu : “Kegiatan bermain bangun membangun dengan balok-balok”.

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan :

a. Mengumpulkan data mengenai :

1. Proses kegiatan belajar mengajar di KB Kuncup Bangsa.

2. Alat-alat permainan edukatif yang ada di KB tersebut.

3. Alasan pendidik melakukan “Kegiatan bermain bangun membangun dengan balok-balok”

4. Tujuan pendidik melakukan kegiatan tersebut

5. Kebijakan yang mendukung pendidik melakukan kegiatan tersebut

6. Mengetahui tingkat perkembangan anak-anak di KB Kuncup Bangsa.

b. Membuat analisis kritis (Critical Analysis) mengenai kegiatan tersebut.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini bermanfaat untuk :

a. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber untuk penelitian lanjut untuk pengembangan PAUD

b. Memberikan wawasan dan pengetahuan pada mahasiswa tentang proses belajar di KB Kuncup Bangsa.

c. Melatih mahasiswa dalam melakukan penelitian kelas

d. Memberi masukan terhadap kegiatan pengembangan anak di KB Kuncup Bangsa

e. Mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk menganalisis suatu kegiatan anak di lembaga PAUD

download laporan dokumentasinya dibawah ini :
PTK KB dan TK Kuncup Bangsa
READ MORE - Penelitian Tindakan Kelas di KB dan TK Kuncup Bangsa Batang

Pentingnya Pendidikan Anak Pra Sekolah

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Tingkah laku anak pada penghayatannya adalah sewaktu perilaku tumbuh sebagai tanggapan caranya di perlakukan di rumah dan di sekolah.

Begitu pula penanaman budi pekerti dalam jiwa anak sangat penting apabila dilihat dari hadist Nabi “

“Seorang bapak yang mendidik anaknya adalah labih baik daripada bersedekah sebanyak satu sha”.

“Tidak ada pemberian seorang bapak kepada anaknya yang lebih baik daripada budi pekerti”.

Namun sebagai orang tua melalaikan kepentingan pembinaan budi pekerti dan sopan santun anak. Para orang tua yang malang itu tidak sadar, bahwa ia telah menjerumuskan anaknya sendiri ke jurang, padahal pembinaan budi pekerti adalah hak anak atas orang tuanya seperti hak makan, minum, serta nafkah.

Disinilah peranan ibu-bapak, guru dan lingkungan yang sangat penting. Jika si anak di lahirkan dan dibesarkan oleh orang tua yang tidak mengerti cara mendidik, ditambah pula dengan lingkungan masyarakat yang goncang dan kurang mengindahkan moral, maka sudah tentu hasil yang terjadi, tidak menggembirakan dari segi moral.

1

Agar anak mempunyai perilaku yang bagus harus dilandasi dengan iman dan terdidik untuk selalu ingat pasrah kepada-Nya, dengan begitu anak akan memiliki bekal pengetahuan untuk terbiasa mulia, sebab benteng religi sudah mengakar di dalam hatinya seperti :

a. Selalu mengucapkan kalimat toyiba tanpa disuruh setiap waktu.

b. Intropeksi apa yang telah dilakukan dalam sehari dan lain-lain.

Dari situ anak dapat meminimalisir sifat-sifat jelek, kebiasaan-kebiasaan dosa, bahkan setiap kebaikan akan diterima menjadi salah satu kebiasaan.

Sebaliknya, jika anak jauh dari pada aqidah islamiah lepas dari ajaran religius dan tidak berhubungan dengan Allah, maka tidak diragukan lagi, bahwa anak akan tumbuh dewasa di atas kefasikan, penyimpangan, kesesatan dan kekafiran. Bahkan ia akan mengikuti bisikan-bisikansetan sesuai dengan tabiat, fisik, keinginan dna tuntunannya yang rendah.

Berikut contoh-contoh waktu tidak bermoral :

a. Anak bersikap pasif dan pasrah

b. Perilaku anak yang menghalalkan segala cara

c. Anak bersikap progresif, misalnya anak berprilaku sombong dan takabur.

B. Rumusan Masalah

Anak didik salah satu unsur yang amat penting dan amat menentukan dalam keberhasilan proses belajar mengajar dalam pendidikan, yang merupakan hasil dari proses pengendapan pengetahuan anak. Untuk itu sebelum lebih jauh mengetengahkan perihal perilaku ini, anak didik terlebih dahulu penulis mengetengahkan hal-hal yang berkaitan dengan pengertian perilaku moral itu sendiri. Pengertian perilaku moral itu amat luas. Untuk itu pada bab ini akan diterangkan moralitas yang dipersempit menjadi pentingnya pendidikan perilaku pada anak pra sekolah, termasuk pengetahuan etntang kepribadian muslim sebagai bentuk dari perkembangan perilaku keagamaan si anak. Hal ini penting untuk diketahui, karena pada dasarnya perilaku keagamaan yang baik, akan tercermin dari kepribadian muslim yang baik pula.

C. Tujuan dan Manfaat Penulisan

1. Tujuan Pembahasan

Dengan menulis judul “Pentingnya Pendidikan Anak Pra Sekolah” penulis mempunyai tujuan :

a. Agar pendidik dan orang tua mengetahui dan memahami betul pendidikan dalam perilaku anak.

b. Menunjukkan pengertian dan pemahaman pada masyarakat tentang pentingnya membina perilaku anak sejak dini.

2. Manfaat Penulisan

Secara Teoritas

Dapat menjadi bahan awal dalam pengembangan dan pengetahuan yang khususnya dalam pendidikan.

Secara Praktis

a. Bagi Penulis

Dapat memberikan pengetahuan, khususnya dalam membina perilaku anak dan memberikan masukan bagi orang tua maupun bagi pendidik di taman kanak-kanak.

b. Bagi Guru

Sebagai pendidik taman kanak-kanak, dapat digunakan untuk mengatur strategi pembelajaran untuk mencapai hasil belajar yang optimal.

c. Bagi Orang Tua Murid

Dapat memberikan informasi tentang pendidikan yng digunakan dalam membina perilaku baik kepada anak.

d. Bagi Masyarakat

Dapat menambah dan memberikan wawasan dalam mendidik anak.

D. Pendekatan Penulisan

Pendekatan yang dilakukan penulis dalam penyusunan tugas kahir ini adalah dengan menggunakan studi perpustakaan yaitu pendekatan yang mengandalkan kajian terhadap buku sajian yang relefan.

E. Ruang Lingkup Penulisan

Adapun ruang lingkup penulisan tugas akhir ini berisi uraian yang terbagi dalam empat bab, dan tiap bab akan diuraikan lebih rinci menjadi sub-sub bab sebagaimana uraian berikut ini:

Bab I Pendahuluan, di dalam bab ini diuraiakan tentang (a) Latar Belakang Masalah, (b) Rumusan Masalah, (c) Tujuan dan Manfaat Penulisan, (d) Pendekatan Penulis, (e) Ruang Lingkup Penulisan.

Bab II Landasan teori, di dalam bab ini diuraiakan tentang (a) Definisi Istilah Moral, (b) Hakikat Disiplin, (c) Pengertian Sikap Beragama, (d) Definisi Perkembangan Sosial, (e) Definisi Emosi, (f) Pengertian Konsep Diri.

Bab III Pembahasan, di dalam bab ini diuraiakan tentang (a) perkambangan Moral Anak, (b) Karakteristik Perkembangan Disiplin Anak Usia Dini, (c) Perkembangan Perilaku Agama Anak-Anak Pra Sekolah, (d) Perkembangan Sosial Anak, (e) Perkembangan Emosi di Masa Awal Kehidupan, (f) Karakteristik Perkembangan Konsep Diri.

Bab IV Penutup, bab ini diuraikan tentang (a) Kesimpulan, (b) Saran dan diakhiri dengan Daftar Pustaka.

dokumen laporan lengkapnya bisa di download di bawah ini :
pentingnya pendidikan anak pra sekolah
READ MORE - Pentingnya Pendidikan Anak Pra Sekolah

Satuan Kegiatan Harian TK

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Proses belajar mengajar adalah suatu hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan, sehingga perlu mendapat tempat pertama di semua jenjang pendidikan. Salah satu pendidikan yang sangat penting yaitu pendidikan anak usia dini, dimana pendidikan anak usia dini itulah yang akan menjadi pondasi dasar bagi pendidikan anak selanjutnya.

Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang akan dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) menurut Yufiarti & Titi Chandrawati (2008) hal 1.4

Pendidikan anak usia dini dapat diperoleh melalui jalur pendidikan formal yang berbentuk taman kanak-kanak yang memberikan pelayanan pendidikan bagi anak usia 4 – 6 tahun. Di taman kanak-kanak, anak akan dididik dan dilatih berbagai bidang pengembangan pebisaaan yang meliputi moral, nilai-nilai agama, sosial, emosional dan kemandirian. Di taman kanak-kanak, anak juga dididik dengan berbagai bidang pengembangan KBM yang meliputi bahasa, kognitif, fisik motorik dan seni.

Tujuan program kegiatan belajar anak TK adalah untuk membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap pengetahuan, ketrampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya. Berdasarkan Depdikbud (1994). Menurut Moeslichatoen (1995 hal 3).

Salah satu bidang pengembangan KBM di TK yaitu bidang pengembangan kognitif. Pengembangan kognitif dapat diperloleh melalui kegiatan berhitung, membilang, mengelompokkan, mengenal bentuk, membedakan sesuatu dan lain-lain. Berdasarkan pengamatan guru bidang pengembangan kognitif merupakan salah satu materi yang sulit dipahami oleh anak terutama dalam kegiatan membilang. Sebagai seorang baru hendaknya pandai-pandai emmilih strategi pembelajaran yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Bilamana penyebab kesulitan anak dapat diatasi, maka akan tercipta kondisi interaktif dan dinamis antara guru dengan anak. Interaksi di dalam pembelajaran mempunyai arti yang lebih luas, tidak hanya sekedar hubungan guru dan anak namun berupa hubungan interaktif edukatif. Dlam hal ini bukan hanya sekedar penyampaian materi pembelajaran melainkan penanaman sikap dan nilai pada akan yang sedang belajar.

Pemberian materi oleh guru dengan menggunakan alat peraga bertujuan agar anak lebih mudah memahami materi yang diberikan

Disamping itu pemilihan strategi mengajar perlu juga diperhatikan sebagai penentu keberhasilan suatu proses belajar mengajar. Slah satu strategi mengajar yang mulai menggairahkan anak dalam belajar adalah dengan menggunakan berbagai macam alat peraga yang akan digunakan untuk meningkatkan minat membilang anak adalah dengan menggunakan papan flanel.

Salah satu prinsip pembelajaran di TK adalah bermain sambil belajar. Oleh karena itu penggunaan papan flanel ini juga dilakukan dengan bermain. Sehingga minat membilang anak dapat ditingkatkan melalui bermain dengan papan flanel.

B. Perumusan Masalah

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu :

Bagaimanakah upaya meningkatkan kemampuan membilang angka 1 – 10 melalui bermain dengan papan flanel pada anak kelompok B2 semester I di TK Negeri Pembina Batang?

C. Tujuan Perbaikan

1. Tujuan Umum

Dalam penelitian ini memiliki tujuan umum yaitu untuk meningkatkan minat membilang anak melalui bermain dengan papan flanel pada kelompok B2 di TK Negeri Pembina Batang.

2. Tujuan Khusus

Selain tujuan umum di atas, penelitian ini juga memiliki tujuan khusus diantaranya yaitu :

a. Untuk mengetahui kemampuan masing-masing anak kelompok B2 di TK Negeri Pembina Batang dalam kegiatan membilang.

b. Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dimiliki anak kelompok B2 di TK Negeri Pembina Batang dalam kegiatan membilang.

c. Untuk mendeskripsikan manfaat kegiatna membilang pada anak-anak kelompok B2 di TK Negeri Pembina Batang.

d. Untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan kemampuan anak-anak kelompok B2 di TK Negeri Pembina Batang dalam kegiatan membilang.

e. Untuk mengetahui media-media pembelajaran yang tepat untuk kegiatan membilang anak kelompok B2 di TK Negeri Pembina Batang.

f. Untuk mengetahui metode-metode dalam kegiatan membilang yang disukai anak-anak kelompok B2 di TK Negeri Pembina Batang.

g. Untuk mendeskripsikan ada atau tidak adanya peningkatan pada anak kelompok B2 di TK Negeri Pembina Batang dalam kegiatan membilang benda-benda.

h. Untuk mendeskripsikan stimulasi yang tepat dalam merangsang dan meningkatka minat anak kelompok B2 di TK Negeri Pembina Batang



Berikut ini bisa di Download dokumentasi laporan beserta SKH - SKH TK:

Laporan Penelitian Tindakan Kelas di TK Negeri Pembina Batang

READ MORE - Satuan Kegiatan Harian TK

SILABUS, PENILAIAN, SKM, STANDAR KOMPETENSI TK

READ MORE - SILABUS, PENILAIAN, SKM, STANDAR KOMPETENSI TK

RPP DAN SILABUS SEKOLAH DASAR

READ MORE - RPP DAN SILABUS SEKOLAH DASAR

 
 
 

Popular Posts

My Blog List

Share it

Amazon SearchBox